Mahasiswa dan Masyarakat Ambalawi Kepung Pegadaian, Desak Kembalikan Emas Nasabah

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Bima – Gelombang protes mengguncang institusi Pegadaian. Empat organisasi kepemudaan (OKP), termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima, menggelar aksi demonstrasi serentak di sejumlah titik, menuntut pengembalian emas milik nasabah yang diduga bermasalah.

 

Aksi ini berlangsung di empat lokasi berbeda dengan melibatkan aliansi mahasiswa di tiap wilayah.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kantor UPC Pegadaian Kecamatan Ambalawi, demonstrasi digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Ambalawi dan dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap), Deden. Di Kantor Pegadaian Cabang Bima yang dilakukan oleh PMII Cabang Bima dipimpin oleh Korlap Hariman.

 

Sementara di di tingkat provinsi, aksi berlangsung di Kantor Kanwil Pegadaian Provinsi NTB yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Mataram, dipimpin oleh Arif Albimawi sebagai Korlap. Adapun di tingkat pusat, demonstrasi juga dilakukan di Kantor Direktur Utama PT Pegadaian di Jakarta oleh Persatuan Mahasiswa Bima Jakarta dan dipimpin oleh Kasnoval sebagai Korlap.

Baca Juga :  Semarak Hari Kartini, Satlantas Polres Ngawi Gelar “Srikandi Lantas Menyapa” untuk Ojol Perempuan

 

Khusus untuk demonstrasi di Kantor UPC Pegadaian Kecamatan Ambalawi sempat diwarnai pembakaran ban di depan kantor sebagai bentuk kekecewaan massa. Namun dengan adanya pengaman dari aparat Polres Bima Kota, aksi demo itu tetap berlangsung kondusif.

 

Dalam aksi demo itu, para pendemo turut membacakan pernyataan sikapnya yang terdiri dari beberapa poin tuntutan. Mereka mendesak PT Pegadaian segera mengembalikan emas seberat 478 gram milik nasabah yang diduga bermasalah. Selain itu, mereka menuding adanya praktik gadai ilegal yang terjadi di wilayah Bima.

 

Tak hanya itu, massa juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan audit menyeluruh dan Komprehensif terhadap operasional Pegadaian di wilayah tersebut. Mereka turut meminta pencopotan Kepala UPC Pegadaian Ambalawi serta Kepala Pegadaian Cabang Bima. Desakan juga diarahkan kepada Polres Bima Kota agar segera memproses kasus ini secara hukum sebagaimana yang sudah dilaporkan.

Baca Juga :  Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

 

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan melakukan penyegelan total terhadap UPC Pegadaian Ambalawi,” tegas perwakilan massa dalam orasinya.

 

Dalam aksi di Ambalawi, massa diterima langsung oleh Kepala Pegadaian Cabang Bima yang baru, Taufik. Dalam keterangannya, ia mengaku baru pertama kali bertugas di wilayah tersebut dan belum sepenuhnya memahami detail persoalan yang terjadi.

 

“Saya baru hari ini menginjakkan kaki di sini. Terkait persoalan ini, sudah ditangani oleh bagian humas dan hukum. Kita tunggu saja proses yang berjalan, baik di kepolisian maupun di pengadilan,” ujar Taufik.

Baca Juga :  Polres Magetan Sidak Kandang Ayam dan Resto, Pastikan Tidak Ada Penyalahgunaan LPG Subsidi

 

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini tengah berlangsung proses audit internal terhadap pegawai di Pegadaian Ambalawi. Menurutnya, seluruh pegawai bekerja berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

 

“Jika ada pelanggaran SOP, tentu akan ada tindakan sesuai aturan. Saat ini proses audit masih berjalan dan kita tunggu hasilnya,” tambahnya.

 

Sementara itu, pihak demonstran menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Bahkan, mereka berencana membawa persoalan ini ke DPRD dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi konkret.

 

Usai mendengarkan penjelasan dari pihak Pegadaian, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Namun, mereka memastikan aksi lanjutan akan tetap dilakukan jika tuntutan tidak segera dipenuhi.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Peringkat 1 Nasional! Sani Sinarsana Kisid Ukir Prestasi Langka, Harumkan Nama Malang di Kancah Nasional
Lawan Hoaks di Pilkada, GMPP Gelar Diskusi Publik di Wonosobo Bersama Ahmad Luthfi dan Tokoh Nasional
Pemindahan Aktivis Jekson Sihombing ke Nusakambangan: Potret Buram Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAM
Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers
Polres Ngawi Gelar Aksi “Indonesia Asri”, Bersihkan Jembatan dan Sungai Cegah Banjir
Polres Madiun Kota Bersama Warga Renovasi Jembatan Ngebrak, Wujud Nyata Polri untuk Masyarakat
Investigasi Proyek Jalan Gandrungmanis – Bulusari: Menjawab Polemik dengan Fakta Lapangan
Sat Binmas Polres Madiun Kota Dampingi Pembinaan Polsuspas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:04 WIB

Peringkat 1 Nasional! Sani Sinarsana Kisid Ukir Prestasi Langka, Harumkan Nama Malang di Kancah Nasional

Sabtu, 25 April 2026 - 15:50 WIB

Lawan Hoaks di Pilkada, GMPP Gelar Diskusi Publik di Wonosobo Bersama Ahmad Luthfi dan Tokoh Nasional

Sabtu, 25 April 2026 - 08:43 WIB

Pemindahan Aktivis Jekson Sihombing ke Nusakambangan: Potret Buram Penegakan Hukum dan Pelanggaran HAM

Sabtu, 25 April 2026 - 08:41 WIB

Kriminalisasi Wartawan Amir Asnawi: Pembajakan UU Pers dan Ancaman terhadap Kebebasan Pers

Sabtu, 25 April 2026 - 08:38 WIB

Polres Ngawi Gelar Aksi “Indonesia Asri”, Bersihkan Jembatan dan Sungai Cegah Banjir

Berita Terbaru