Detikdimensi.com Ngawi – Polwan Polres Ngawi terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya perlindungan anak dan perempuan serta keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Baitul Akbar Ngawi, Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Selasa (11/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diisi oleh Polwan Polres Ngawi yang dipimpin Kasi Humas Iptu Dian Ambarwati bersama Da’i Kamtibmas dengan materi pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan serta etika berlalu lintas.
Pemateri menyampaikan pentingnya membangun kesadaran sejak dini mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, upaya pencegahan, serta keberanian untuk melapor apabila mengetahui atau mengalami tindakan yang mengarah pada kekerasan.
Selain itu, para santri juga mendapatkan edukasi mengenai etika berlalu lintas, mulai dari pentingnya mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, hingga menjaga sikap dan perilaku saat berada di jalan raya.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Ngawi dalam memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa menjaga keselamatan, menghormati sesama, serta berani mencegah dan melaporkan kekerasan merupakan tanggung jawab bersama. Edukasi seperti ini penting agar para santri memiliki pengetahuan dan keberanian untuk melindungi diri maupun orang di sekitarnya,” ujar Iptu Dian Ambarwati.
Ia menambahkan, edukasi mengenai tertib berlalu lintas juga diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab ketika beraktivitas di jalan raya.
“Kami berharap pesan yang disampaikan tidak berhenti di lingkungan pesantren, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disampaikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan seputar pencegahan kekerasan seksual, perlindungan anak dan perempuan, serta etika berlalu lintas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar dan kondusif.
(IPUNG/RED)








