Rabat Jadi Ibu Kota Buku Dunia UNESCO 2026, Wilson Lalengke Ucapkan Selamat!

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 03:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Rabat – Kota Rabat resmi ditetapkan sebagai UNESCO World Book Capital 2026, sebuah pencapaian besar yang menegaskan peran ibu kota Maroko sebagai pusat pertukaran budaya global. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda, Kebudayaan, dan Komunikasi, Mohammed Mehdi Bensaid, dalam konferensi pers yang juga menandai persiapan Rabat menjadi tuan rumah International Publishing and Book Fair (SIEL) 2026.

 

Penetapan ini bukan sekadar gelar simbolis, melainkan pengakuan atas kedalaman budaya Rabat dan transformasinya menjadi kota kreatif modern. Bensaid menekankan bahwa pencapaian ini adalah “kemenangan bagi pengetahuan di jantung Kota Cahaya,” sekaligus bukti bahwa Rabat terus berkembang sebagai laboratorium identitas dan kreativitas.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Rabat dikenal sebagai kota yang kaya akan warisan sejarah. Landmark seperti Menara Hassan, Kasbah Udayas, dan situs kuno Chellah menjadi saksi pertemuan berbagai peradaban. Pengaruh Andalusia dan posisi Rabat sebagai jembatan antara Afrika dan Eropa menjadikannya pusat identitas majemuk yang unik.

Baca Juga :  Bongkar Mafia Tanah? Polres Kebumen Panggil Pelapor Dugaan Surat Palsu

 

Dalam pidatonya, Bensaid juga memberikan penghargaan kepada para penjual buku bekas di medina. Mereka disebut sebagai “penjaga pengetahuan” yang telah membantu generasi pelajar dan pembaca menemukan literatur di luar institusi formal.

 

*Transformasi Budaya dan Diplomasi*

 

Rabat kini dipandang sebagai ekosistem budaya yang dinamis. Pembangunan infrastruktur seperti teater, museum seni kontemporer, dan perpustakaan modern menjadikan budaya lebih mudah diakses publik. Kota ini berubah menjadi “bengkel terbuka” di mana budaya bukan lagi hak istimewa, melainkan hak publik.

 

Lebih dari sekadar simbol budaya, penetapan Rabat sebagai Ibu Kota Buku Dunia juga menjadi strategi diplomasi budaya. SIEL akan menjadikan Rabat sebagai platform global untuk dialog, pertukaran, dan promosi nilai keterbukaan serta moderasi. Pemerintah juga berencana memperluas ruang baca ke taman, kafe, dan alun-alun, sehingga membaca menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Warga Keluhkan Aktivitas Dees Caffe Karaoke Kebumen, Minta Evaluasi dan Pengawasan!

 

Selain itu, penguatan industri kreatif, termasuk penerbitan dan konten digital, diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi kaum muda.

 

*Dukungan dari Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko*

 

Menanggapi pencapaian ini, Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyampaikan dukungan dan ucapan selamat kepada Rabat. Ia menilai bahwa penetapan Rabat sebagai Ibu Kota Buku Dunia UNESCO 2026 adalah sebuah prestasi luar biasa yang patut diapresiasi.

 

“Persisma mendukung penuh dan mengucapkan selamat kepada Kota Rabat atas pencapaian yang indah ini. Kami berharap pencapaian tersebut akan menambah energi bagi seluruh masyarakat Maroko untuk meraih lebih banyak lagi prestasi di masa depan,” ujar Wilson Lalengke.

Baca Juga :  ADV Umi Fitriyati, S.H., dan Sugiyono, S.H., Surati Kantor BFI Finance Cabang Kebumen

 

Komentar tersebut mencerminkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Maroko, sekaligus menegaskan pentingnya solidaritas internasional dalam mendukung pencapaian budaya.

 

Penetapan Rabat sebagai UNESCO World Book Capital 2026 menegaskan ambisi Maroko untuk menampilkan identitas budayanya di panggung global. Dengan warisan sejarah yang kaya, transformasi budaya yang progresif, serta dukungan internasional, Rabat kini berdiri sebagai simbol pengetahuan, kreativitas, dan keterbukaan.

 

Sebagaimana disampaikan Menteri Bensaid, “masa depan ditulis hari ini.” Dengan momentum ini, Rabat tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pusat budaya, tetapi juga membuka jalan bagi generasi mendatang untuk terus menulis sejarah baru.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

São Tomé dan Príncipe Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara
Sambut Resolusi 2797, Gabon Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara
Proyek Preservasi Jalan Kalijeruk-Sarwadadi Capai Progres 50%, Warga Setempat Ikut Dilibatkan
Warga Resah! Miras Oplosan Diduga Dijual Bebas di Samping SMAN 1 Gombong
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Sugiyono Adukan Oknum Polres Demak ke Mabes Polri, Diduga Intimidasi Pimpinan Ponpes Tanpa Surat Perintah
Inspektorat Audit SDN 5 Gombong? Ditemukan Dugaan Pungutan Liar
Warga Keluhkan Aktivitas Dees Caffe Karaoke Kebumen, Minta Evaluasi dan Pengawasan!
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:20 WIB

São Tomé dan Príncipe Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara

Jumat, 17 April 2026 - 08:17 WIB

Sambut Resolusi 2797, Gabon Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara

Kamis, 16 April 2026 - 19:12 WIB

Proyek Preservasi Jalan Kalijeruk-Sarwadadi Capai Progres 50%, Warga Setempat Ikut Dilibatkan

Kamis, 16 April 2026 - 17:39 WIB

Warga Resah! Miras Oplosan Diduga Dijual Bebas di Samping SMAN 1 Gombong

Kamis, 16 April 2026 - 10:52 WIB

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Berita Terbaru

Daerah

Pengamanan Car Free Night Kebumen Berjalan Kondusif

Minggu, 19 Apr 2026 - 17:06 WIB

Daerah

Polres Madiun Kota Berduka, Iptu Ahmad Ubaidillah Wafat

Minggu, 19 Apr 2026 - 08:56 WIB