Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com, Maroko – Di tengah eskalasi ketegangan yang melanda kawasan Timur Tengah, Istana Kerajaan Maroko merilis pernyataan diplomatik yang sangat krusial pada Sabtu, 28 Februari 2026. Yang Mulia Raja Mohammed VI melakukan serangkaian panggilan telepon strategis kepada para pemimpin negara Teluk Arabia untuk menyatakan dukungan tanpa syarat terhadap kedaulatan dan keamanan wilayah mereka.

 

Dalam komunikasi tersebut, Raja Mohammed VI menghubungi Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan, Raja Bahrain Hamad Bin Isa Al Khalifa, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman, serta Emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani. Langkah ini menegaskan posisi Maroko sebagai sekutu setia yang berdiri di garis depan membela kedaulatan negara-negara bersaudara tersebut.

 

Pernyataan resmi dari Kantor Kerajaan menekankan bahwa kedaulatan negara-negara Teluk adalah “garis merah” yang tidak boleh dilanggar. Raja Mohammed VI menyatakan kecaman keras atas segala bentuk agresi yang menargetkan keamanan wilayah Teluk Arab.

 

“Keamanan dan stabilitas negara-negara Teluk Arabia merupakan bagian integral dari keamanan dan stabilitas Kerajaan Maroko,” demikian kutipan pernyataan tersebut. Hubungan ini bukan sekadar kemitraan politik, melainkan ikatan persaudaraan sejarah yang mendalam. Maroko menegaskan kesiapannya untuk membantu segala tindakan sah yang diambil negara-negara tersebut demi menjaga kedamaian warga negaranya.

 

Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap diplomasi aktif yang dilakukan oleh Raja Maroko, YM. King Mohammed VI. Sebagai pimpinan organisasi yang menjembatani hubungan masyarakat Indonesia dengan Maroko, Wilson Lalengke menilai langkah ini sebagai manifestasi kepemimpinan yang berintegritas.

Baca Juga :  Proses Hukum Kasus Pencemaran Nama Baik di Polres Kebumen Dianggap Berbelit: Ancam Kredibilitas Penegak Hukum

 

“Keputusan YM King Mohammed VI untuk berdiri tegak bersama saudara-saudaranya di Teluk adalah bukti nyata dari diplomasi yang jujur dan berwibawa. Di dunia yang penuh ketidakpastian ini, loyalitas terhadap kedaulatan adalah komoditas yang langka. Maroko menunjukkan bahwa komitmen mereka terhadap stabilitas kawasan bukan sekadar retorika, melainkan tindakan nyata,” ujar Wilson Lalengke, Senin, 02 Maret 2026, dari Jakarta.

 

Aktivis HAM internasional Indonesia itu menambahkan bahwa prinsip solidaritas Maroko ini sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal. “Persisma sangat mendukung posisi Maroko. Ketika keamanan sebuah bangsa diancam, dunia harus bersuara. Raja Maroko, YM King Mohammed VI memberikan teladan bahwa kedamaian hanya bisa dicapai jika kita saling menjaga satu sama lain dengan kejujuran hati,” tegasnya.

Baca Juga :  Tes Urine untuk Polisi: Terduga Kriminal dan Moralitas yang Diragukan

 

Langkah diplomatik Maroko ini mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas internasional bahwa stabilitas di kawasan Arab adalah prioritas utama. Dengan menyatukan kekuatan bersama Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain, Maroko memperkuat benteng pertahanan kolektif melawan ancaman eskalasi dan kekacauan regional. Solidaritas ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi perdamaian abadi yang dicita-citakan oleh masyarakat di seluruh kawasan.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum
Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku
Sunardi Resmi Jabat Koordinator Karesidenan Kedu SMSI Jateng, Perkuat Integritas Media Siber
Polemik Ujaran Kebencian Berkedok Label ‘PENDATANG’ di Kebumen: Terancam UU ITE dan Diskriminasi Ras
Dari Surpres hingga Uji Kelayakan, Ini Harapan Agus Kliwir ke Kapolri Baru
Diduga Dianiaya hingga Dirawat di RSUD, Warga Salatiga Laporkan Oknum Berinisial SA ke Polda Jateng
Dugaan Alih Fungsi Lahan Sawah di Kebumen Jadi Gudang Ritel, LPKSM Penuhi Panggilan Polda Jateng
Dugaan Alih Fungsi Lahan Sawah di Kebumen Jadi Gudang Ritel, Kades hingga Kadis Distapang: Belum Ada Izin Masuk
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:00 WIB

Sunardi Resmi Jabat Koordinator Karesidenan Kedu SMSI Jateng, Perkuat Integritas Media Siber

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:15 WIB

Polemik Ujaran Kebencian Berkedok Label ‘PENDATANG’ di Kebumen: Terancam UU ITE dan Diskriminasi Ras

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Dari Surpres hingga Uji Kelayakan, Ini Harapan Agus Kliwir ke Kapolri Baru

Berita Terbaru