Karaoke Kok Bisa Masuk Bui?” Viral di Medsos, Ternyata Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Kebumen. Gugatan Praperadilan Ditolak PN

- Redaksi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen – Unggahan di media sosial dengan judul _”Karaoke kok bisa nya masuk bui? Kenapa ini cinta segi tiga kah? Simak sidangnya”_ sempat memicu tanda tanya publik di Kabupaten Kebumen. Setelah ditelusuri, unggahan itu terkait kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang kini telah masuk tahap penuntutan di Kejaksaan Negeri Kebumen.

 

Pelaku berinisial BG sudah ditahan. Sebelumnya, kuasa hukum tersangka sempat mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri PN Kebumen. Namun gugatan tersebut ditolak dan dimenangkan oleh Polres Kebumen.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Peristiwa terjadi di wilayah Kecamatan Karanggayam. Berdasarkan hasil penyidikan Unit PPA Satreskrim Polres Kebumen, terlapor BG, warga Kecamatan Pejagoan, diduga melakukan persetubuhan terhadap korban yang masih di bawah umur.

 

Dalam berkas penyidikan, korban diduga terlebih dahulu diberi minuman keras oleh terlapor sebelum terjadinya perbuatan.

 

Polres Kebumen tidak mempublikasikan identitas korban maupun detail lokasi untuk melindungi anak sesuai UU Perlindungan Anak dan Kode Etik Jurnalistik.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Perzinahan Belum Ditahan, Publik Soroti Hukum di Kebumen

 

Konfirmasi dari sumber internal kepolisian menyebutkan, BG saat ini telah ditahan di Rutan Polres Kebumen. Penyidik telah menyelesaikan berkas perkara dan melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri Kebumen dengan status P21.

 

Sebelum berkas dilimpahkan, kuasa hukum tersangka mengajukan praperadilan ke PN Kebumen dengan mendalilkan adanya kejanggalan dalam penetapan tersangka dan proses penahanan.

 

“Gugatan praperadilan itu sudah disidangkan. Majelis hakim menolak permohonan dan menyatakan proses yang dilakukan Polres Kebumen sudah sesuai prosedur hukum,” ungkap sumber yang tidak ingin disebut namanya, Selasa (4/8/2026).

 

Dengan ditolaknya praperadilan, maka proses penyidikan dinyatakan sah. Saat ini perkara tinggal menunggu pelimpahan ke Pengadilan Negeri Kebumen untuk disidangkan secara terbuka.

 

Kasus ini juga menyeret dugaan keterlibatan seorang terduga mucikari dari Kecamatan Karanggayam.

 

Dalam proses pengejaran, terduga pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang TPPO sempat hendak melarikan diri ke luar Jawa. Berkat koordinasi Unit PPA Polres Kebumen dengan Polrestabes Semarang, yang bersangkutan berhasil dihentikan di sekitar pelabuhan Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga :  Pesan Kejujuran Buku "Ijazah Jokowi" Karya Wilson Lalengke Terus Bergulir ke Tokoh Nasional dan Internasional

 

Langkah itu dilakukan untuk mencegah pelaku menghilangkan barang bukti dan melarikan diri dari proses hukum.

 

Perbuatan ini dijerat dengan sejumlah undang-undang:

 

1. *UU Nomor 17 Tahun 2016* tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 atas perubahan *UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak*

– *Pasal 81 ayat (1)*: Persetubuhan terhadap anak, pidana penjara 5-15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

– *Pasal 82 ayat (1)*: Perbuatan cabul terhadap anak, ancaman pidana sama.

 

2. *UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual TPKS*

– *Pasal 6 huruf a dan b*: Memaksa anak melakukan persetubuhan atau perbuatan cabul, pidana paling lama 12 tahun.

 

3. *UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang*

Jika terbukti ada unsur TPPO, terduga mucikari terancam pidana penjara 3-15 tahun.

 

Karena melibatkan anak, proses hukum juga mengacu pada *UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak* yang mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dan pemulihan korban.

Baca Juga :  Tiga Terduga Begal, Diamankan Polres Kebumen, Ancam Korban dengan Sajam di Mirit 

 

Viralnya narasi “karaoke” dan “cinta segitiga” di media sosial sempat menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

 

Masyarakat Kebumen kini menantikan proses persidangan agar perkara ini terang dan menjadi efek jera.

 

“Kami minta pengadilan memproses seadil-adilnya. Jangan sampai ada kesan tebang pilih karena korbannya anak,” tegas seorang warga yang mengikuti perkembangan kasus.

 

Catatan Redaksi:

Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil penelusuran lapangan, dokumen penyidikan, risalah praperadilan, dan informasi dari sumber terpercaya. Redaksi _Detikdimensi.com_ tidak menyebut identitas korban, saksi anak, dan alamat lengkap sesuai UU Perlindungan Anak dan Kode Etik Jurnalistik.

 

Kami menjunjung asas praduga tak bersalah. Tersangka berhak mendapatkan pembelaan hukum hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Setiap pihak yang merasa dirugikan berhak menggunakan hak jawab.

 

(TIM)

Berita Terkait

Mobil Parkir Dua Hari di Jalur Sepeda Depan DPRD Kebumen, Picu Polemik Publik: Dugaan Pelanggaran Lalu Lintas!
Gerak Cepat, Babinsa Paron dan Damkar Padamkan Kebakaran Rumah Warga Akibat Korsleting Listrik
Warung Kompas Presisi Polres Ngawi, Berbagi Makan Gratis Dan Serap Aspirasi Warga
Lahan Perhutani di Karanggayam Kebumen Terbakar, Api Dipadamkan Manual
Kapolres Kebumen Bantu Perlengkapan Sekolah 15 Siswa di Sempor
Gerakan Indonesia Asri Sasar TMP Yudhonegoro, Kodim 0804/Magetan Bersama Lintas Instansi Wujudkan Kepedulian Lingkungan
Saat Lapak Bersih, Rezeki Pun Diharapkan Datang Lebih Baik
Dari Lapangan, Semangat Cinta Tanah Air Tumbuh di Hati Ratusan Siswa SMKN 1 Jiwan
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Mobil Parkir Dua Hari di Jalur Sepeda Depan DPRD Kebumen, Picu Polemik Publik: Dugaan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Gerak Cepat, Babinsa Paron dan Damkar Padamkan Kebakaran Rumah Warga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Warung Kompas Presisi Polres Ngawi, Berbagi Makan Gratis Dan Serap Aspirasi Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Lahan Perhutani di Karanggayam Kebumen Terbakar, Api Dipadamkan Manual

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Kapolres Kebumen Bantu Perlengkapan Sekolah 15 Siswa di Sempor

Berita Terbaru