Dari Anak Desa ke Kursi Notaris: Eko Yulianto S.H., M.Kn., Putra Kebumen Buktikan Mimpi Besar Tak Kenal Latar Belakang

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen – Jejak kaki telanjang di pematang sawah, berangkat sekolah jalan kaki berkilo-kilometer, dan hidup dengan keterbatasan bukan akhir dari segalanya. Justru dari situlah Eko Yulianto, S.H., M.Kn., menempa tekad hingga kini berhasil menduduki kursi notaris di Kabupaten Kebumen sekaligus menahkodai Mezzo Beach Club.

 

Pria kelahiran Kebumen itu resmi dilantik sebagai Notaris pada 4 Maret 2026 di Semarang. Pelantikan tersebut menjadi penanda tuntasnya perjalanan panjang seorang anak desa dari keluarga sederhana menuju salah satu profesi paling prestisius di bidang hukum.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tempaan Keras Sejak Kecil Jadi Bahan Bakar

 

Eko tumbuh di tengah keluarga sederhana dengan ekonomi pas-pasan. Kondisi itu tidak membuatnya minder, melainkan justru menjadi pemantik semangat.

 

“Saya lahir dan besar di desa. Sejak kecil lihat orang tua banting tulang. Di situ saya tanamkan, kalau mau mengubah nasib, jalannya cuma satu: sekolah dan kerja keras. Tidak ada pilihan lain,” ungkap Eko, Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  Sigap, Babinsa Karangjati dan Petugas Gabungan Atasi Kebakaran Rumpun Bambu Dekat Permukiman Warga

Ketertarikannya pada dunia hukum muncul sejak bangku kuliah. Ia melihat hukum sebagai instrumen keadilan yang bisa melindungi masyarakat kecil, termasuk keluarganya sendiri yang dulu sering bingung soal urusan tanah dan surat-menyurat.

 

“Waktu itu saya mikir, kenapa orang desa sering kalah karena tidak paham hukum. Dari situ saya bertekad, saya harus kuasai ilmu ini biar bisa bantu mereka,” kenangnya.

 

Tembus Notaris, Pegang Teguh Integritas

 

Berbekal gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Kenotariatan (M.Kn.), Eko akhirnya melewati ujian berat hingga dilantik menjadi notaris. Kini, ia membuka layanan di Kebumen dengan komitmen penuh.

 

“Jadi notaris itu bukan soal stempel dan tanda tangan. Ini soal amanah. Setiap akta yang saya buat menyangkut hajat hidup orang, bisa tanah, warisan, atau perusahaan. Kalau saya salah, orang bisa rugi seumur hidup. Karena itu integritas harga mati,” tegasnya.

 

Ia berharap kehadirannya dapat mendekatkan layanan hukum yang profesional dan humanis bagi masyarakat Kebumen.

Baca Juga :  Korban Penganiayaan Laporkan Ketua RW 02 Tegal Alur

 

“Saya ingin warga tidak takut ke notaris. Datang saja, konsultasi dulu. Tugas saya melayani, bukan menakuti,” tambah Eko.

 

Merambah Bisnis, Hidupkan Pariwisata Lokal

 

Tak hanya di dunia hukum, jiwa wirausaha Eko juga mengalir deras. Ia merupakan pemilik Mezzo Beach Club, salah satu destinasi yang kini mulai ramai dibicarakan di Kebumen.

 

“Hukum itu otak kiri, bisnis itu otak kanan. Dua-duanya harus jalan. Saya ingin buktikan anak desa juga bisa kelola usaha yang profesional dan ikut menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Eko.

 

Menurutnya, Mezzo Beach Club ia dirikan bukan sekadar bisnis, tapi juga cara membuka lapangan kerja untuk anak muda Kebumen agar tidak semua merantau.

 

“Kalau daerah kita maju, yang untung kita juga. Kenapa tidak kita mulai dari sekarang?” katanya.

 

Pesan untuk Anak Muda: Jangan Mau Kalah dengan Keadaan

 

Kisah Eko Yulianto kini jadi perbincangan hangat di Kebumen. Dari anak desa yang dulu sering diremehkan, kini ia duduk di dua kursi penting: penegak kepastian hukum dan penggerak ekonomi.

Baca Juga :  PAC Pemuda Pancasila Kedungreja Tebar 1.000 Paket Takjil

 

Kepada generasi muda, ia menitipkan pesan menohok.

 

“Jangan pernah malu karena kamu dari desa. Jangan minder karena orang tuamu petani. Malu itu kalau kita sudah dikasih akal dan tenaga sama Tuhan, tapi tidak dipakai buat berjuang,” ucapnya.

 

Baginya, sukses bukan soal dari mana berangkat, tapi seberapa kuat bertahan saat badai datang.

 

“Kesuksesan bukan tentang dari mana kita berasal, tetapi tentang seberapa besar usaha dan doa yang kita lakukan. Kalau capek, istirahat. Tapi jangan berhenti,” pungkas Eko.

 

Profil Singkat:

 

Nama: Eko Yulianto, S.H., M.Kn.

Profesi: Notaris Kabupaten Kebumen, Pengusaha

Dilantik Notaris: 4 Maret 2026, Semarang

Pendidikan: S.H., M.Kn.

Prinsip: Profesionalisme, Integritas, Kepercayaan

 

 

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan wawancara langsung dengan narasumber. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

 

(Redaksi)

Berita Terkait

Penanganan Kasus Satu Bulan Disorot, Pelaku Kabur ke NTB, Polisi Diam
AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun
Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel
Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat
Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku
Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan
Berita ini 252 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Penanganan Kasus Satu Bulan Disorot, Pelaku Kabur ke NTB, Polisi Diam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:17 WIB

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum

Berita Terbaru