Detikdimensi.com Kebumen – Jejak kaki telanjang di pematang sawah, berangkat sekolah jalan kaki berkilo-kilometer, dan hidup dengan keterbatasan bukan akhir dari segalanya. Justru dari situlah Eko Yulianto, S.H., M.Kn., menempa tekad hingga kini berhasil menduduki kursi notaris di Kabupaten Kebumen sekaligus menahkodai Mezzo Beach Club.
Pria kelahiran Kebumen itu resmi dilantik sebagai Notaris pada 4 Maret 2026 di Semarang. Pelantikan tersebut menjadi penanda tuntasnya perjalanan panjang seorang anak desa dari keluarga sederhana menuju salah satu profesi paling prestisius di bidang hukum.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tempaan Keras Sejak Kecil Jadi Bahan Bakar
Eko tumbuh di tengah keluarga sederhana dengan ekonomi pas-pasan. Kondisi itu tidak membuatnya minder, melainkan justru menjadi pemantik semangat.
“Saya lahir dan besar di desa. Sejak kecil lihat orang tua banting tulang. Di situ saya tanamkan, kalau mau mengubah nasib, jalannya cuma satu: sekolah dan kerja keras. Tidak ada pilihan lain,” ungkap Eko, Senin (27/4/2026).

Ketertarikannya pada dunia hukum muncul sejak bangku kuliah. Ia melihat hukum sebagai instrumen keadilan yang bisa melindungi masyarakat kecil, termasuk keluarganya sendiri yang dulu sering bingung soal urusan tanah dan surat-menyurat.
“Waktu itu saya mikir, kenapa orang desa sering kalah karena tidak paham hukum. Dari situ saya bertekad, saya harus kuasai ilmu ini biar bisa bantu mereka,” kenangnya.
Tembus Notaris, Pegang Teguh Integritas
Berbekal gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Kenotariatan (M.Kn.), Eko akhirnya melewati ujian berat hingga dilantik menjadi notaris. Kini, ia membuka layanan di Kebumen dengan komitmen penuh.
“Jadi notaris itu bukan soal stempel dan tanda tangan. Ini soal amanah. Setiap akta yang saya buat menyangkut hajat hidup orang, bisa tanah, warisan, atau perusahaan. Kalau saya salah, orang bisa rugi seumur hidup. Karena itu integritas harga mati,” tegasnya.
Ia berharap kehadirannya dapat mendekatkan layanan hukum yang profesional dan humanis bagi masyarakat Kebumen.
“Saya ingin warga tidak takut ke notaris. Datang saja, konsultasi dulu. Tugas saya melayani, bukan menakuti,” tambah Eko.
Merambah Bisnis, Hidupkan Pariwisata Lokal
Tak hanya di dunia hukum, jiwa wirausaha Eko juga mengalir deras. Ia merupakan pemilik Mezzo Beach Club, salah satu destinasi yang kini mulai ramai dibicarakan di Kebumen.
“Hukum itu otak kiri, bisnis itu otak kanan. Dua-duanya harus jalan. Saya ingin buktikan anak desa juga bisa kelola usaha yang profesional dan ikut menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Eko.
Menurutnya, Mezzo Beach Club ia dirikan bukan sekadar bisnis, tapi juga cara membuka lapangan kerja untuk anak muda Kebumen agar tidak semua merantau.
“Kalau daerah kita maju, yang untung kita juga. Kenapa tidak kita mulai dari sekarang?” katanya.
Pesan untuk Anak Muda: Jangan Mau Kalah dengan Keadaan
Kisah Eko Yulianto kini jadi perbincangan hangat di Kebumen. Dari anak desa yang dulu sering diremehkan, kini ia duduk di dua kursi penting: penegak kepastian hukum dan penggerak ekonomi.
Kepada generasi muda, ia menitipkan pesan menohok.
“Jangan pernah malu karena kamu dari desa. Jangan minder karena orang tuamu petani. Malu itu kalau kita sudah dikasih akal dan tenaga sama Tuhan, tapi tidak dipakai buat berjuang,” ucapnya.
Baginya, sukses bukan soal dari mana berangkat, tapi seberapa kuat bertahan saat badai datang.
“Kesuksesan bukan tentang dari mana kita berasal, tetapi tentang seberapa besar usaha dan doa yang kita lakukan. Kalau capek, istirahat. Tapi jangan berhenti,” pungkas Eko.
Profil Singkat:
Nama: Eko Yulianto, S.H., M.Kn.
Profesi: Notaris Kabupaten Kebumen, Pengusaha
Dilantik Notaris: 4 Maret 2026, Semarang
Pendidikan: S.H., M.Kn.
Prinsip: Profesionalisme, Integritas, Kepercayaan
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan wawancara langsung dengan narasumber. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
(Redaksi)








