Pendiri Yayasan Cahaya Bambu Wulung Beri Himbauan Bahaya Penyalahgunaan Narkotika/psikotropika

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com, Kebumen – Penyalahgunaan obat keras seperti Tramadol, Hexymer, dan Alprazolam menjadi masalah serius di masyarakat. Obat-obatan ini memiliki peran penting dalam dunia medis, namun penyalahgunaannya dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosial.

 

Nurudin, Pendiri Yayasan Cahaya Bambu Wulung , menjelaskan bahwa Tramadol adalah obat golongan analgesik opioid yang digunakan untuk meredakan nyeri sedang hingga berat, seperti nyeri pascaoperasi atau nyeri kronis tertentu. Namun, penyalahgunaannya dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis, serta risiko overdosis yang fatal.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Baca Juga :  Dari Olahraga hingga Hiburan, Rutan Ambon Siap Semarakkan HBP ke-62

“Tramadol dapat menimbulkan efek euforia, rileks, dan mengantuk, sehingga banyak orang mengonsumsinya tanpa resep atau melebihi dosis yang dianjurkan. Dampak penyalahgunaan Tramadol dapat berupa mual, pusing, gangguan pernapasan, kejang, serta penurunan kesadaran,” terang pendiri yayasan Cahaya Bambu Wulung, Rabu (18/02/2026).

 

Lanjut Nurudin mengungkap bahwa Hexymer atau Trihexyphenidyl digunakan untuk mengatasi gangguan gerak, seperti penyakit Parkinson atau efek samping obat antipsikotik. Namun, penyalahgunaannya dapat menyebabkan gangguan mental seperti kebingungan, delirium, dan paranoia.

 

“Hexymer dapat menimbulkan efek halusinasi, rasa senang berlebihan, dan perubahan kesadaran jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Penyalahgunaan Hexymer sangat berbahaya karena dapat merusak fungsi otak dan meningkatkan risiko gangguan kejiwaan permanen,” ungkap Nurudin.

Baca Juga :  Jelang Mudik Lebaran 2026, Dinkes PPKB Kota Madiun Gelar Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi di Terminal Purbaya

 

Dia menambahkan, terkait Alprazolam, obat golongan benzodiazepin, digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan, serangan panik, dan insomnia tertentu. Namun, penyalahgunaannya dapat menyebabkan ketergantungan dan gejala putus obat yang berat.

 

“Alprazolam dapat menimbulkan efek tenang, nyaman, dan ‘lepas dari masalah. Namun, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, di mana tubuh membutuhkan dosis yang semakin tinggi untuk mendapatkan efek yang sama,” ujarnya.

 

Lalu Nurudin menekankan bahwa penyalahgunaan obat-obat ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga pada kehidupan sosial. Pengguna sering mengalami penurunan produktivitas, konflik keluarga, masalah hukum, serta gangguan hubungan sosial.

Baca Juga :  Program MBG di Mateseh Tuai Kritik, Warga Pertanyakan Kesesuaian Anggaran dan Porsi

 

“Penyalahgunaan obat menjadi pintu masuk menuju penyalahgunaan zat lain yang lebih berbahaya. Oleh karena itu, edukasi tentang obat-obatan sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan,” jelasnya.

 

Nurudin berharap masyarakat dapat lebih waspada dan bijak dalam menggunakan obat-obatan, serta selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

 

“Kesehatan adalah harta yang paling berharga, jangan sampai kita kehilangan karena penyalahgunaan obat,” pungkasnya.

 

(SND)

Berita Terkait

Dari Olahraga hingga Hiburan, Rutan Ambon Siap Semarakkan HBP ke-62
Polres Kebumen Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Ramadan
Jelang Mudik Lebaran 2026, Dinkes PPKB Kota Madiun Gelar Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi di Terminal Purbaya
Sungguh Ironis, MBG di Kebumen Saat Bulan Puasa Dikeluhkan Masyarakat
Warga: Makanan Sesajen Di Tempat Angker, Lebih Bergizi Daripada Menu MBG di Kebumen?
Yayasan Cahaya Bambu Wulung Dukung Pelaksanaan Perda P4GN di Kabupaten Kebumen
Program MBG di Mateseh Tuai Kritik, Warga Pertanyakan Kesesuaian Anggaran dan Porsi
Pastikan Personel Bebas Narkoba, Kapolresta Cilacap Pimpin Sidak Tes Urine Mendadak
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 12:20 WIB

Dari Olahraga hingga Hiburan, Rutan Ambon Siap Semarakkan HBP ke-62

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:05 WIB

Polres Kebumen Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Ramadan

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:53 WIB

Jelang Mudik Lebaran 2026, Dinkes PPKB Kota Madiun Gelar Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi di Terminal Purbaya

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:00 WIB

Sungguh Ironis, MBG di Kebumen Saat Bulan Puasa Dikeluhkan Masyarakat

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:16 WIB

Warga: Makanan Sesajen Di Tempat Angker, Lebih Bergizi Daripada Menu MBG di Kebumen?

Berita Terbaru