Di Balik Ikon Kota Palembang, Dugaan Inisial H/M Mafia BBM Penimbun Minyak di Bawah Ampera

- Redaksi

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Palembang – Arogansi oknum aparat kembali mencoreng wajah penegakan hukum. Seorang kurir ekspedisi dari perusahaan pengiriman J&T Express diduga menjadi korban penganiayaan brutal oleh oknum perwira polisi berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) berinisial Amin Hanafi, yang diketahui bertugas di Polda Sumatera Selatan.

 

Peristiwa yang memicu kemarahan publik itu terjadi pada Kamis, 13 Maret 2026, di sebuah rumah kos yang diduga menjadi tempat tinggal terlapor di Palembang. Ironisnya, pemicu kekerasan tersebut disebut hanya persoalan sepele: tagihan paket Cash on Delivery (COD).

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan yang dihimpun, korban awalnya mengantarkan paket sejak pagi hari. Karena pembayaran COD belum dilakukan dan pesan WhatsApp tidak dibalas, korban kembali mendatangi lokasi saat mengantar paket lain sekitar pukul 15.00 WIB untuk menanyakan bukti transfer secara sopan.

Baca Juga :  Dibalik Piring Kosong: Teka-Teki Hukum Kasus Keracunan MBG dan Retaknya Kepercayaan Publik

 

Namun respons yang diterima justru jauh dari sikap seorang penegak hukum.

Korban mengaku dibentak dengan nada tinggi oleh oknum Kompol tersebut. “Kau cak ketakutan, pasti kubayar!” teriak terlapor sebelum melontarkan kata-kata kasar kepada kurir yang hanya menjalankan tugasnya menagih pembayaran paket.

 

Aksi Brutal Diduga Terjadi

Situasi memanas ketika korban mencoba mempertanyakan alasan dimarahi. Tanpa diduga, oknum polisi tersebut diduga langsung melakukan kekerasan fisik.

 

Korban mengaku dipukul pada bagian pinggang, rambutnya dijenggut, hingga punggungnya ditendang. Aksi brutal itu membuat korban berusaha menyelamatkan diri keluar dari pagar rumah.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Pinus di RPH Salam Ngawi, Petugas dan Warga Berjibaku Cegah Api Meluas

 

Namun saat korban hendak pergi, ancaman kembali dilontarkan.

“Kalau kau ketemu aku lagi ngantar paket sini, habis kau ku buat!”

Beruntung, rekan korban sesama kurir yang berada di sekitar lokasi segera datang melerai dan meminta korban segera meninggalkan tempat kejadian sebelum kekerasan semakin parah.

Sorotan Publik untuk Polda Sumsel

Kasus ini langsung menuai kecaman dari berbagai pihak. Publik menilai tindakan kekerasan terhadap pekerja kurir yang sedang menjalankan tugas merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang tidak dapat ditoleransi.

Baca Juga :  Sinergi Pejuang Kedaulatan: Membedah Pertemuan Wilson Lalengke dengan Forum Kader Bela Negara

 

Peristiwa ini juga menjadi ujian serius bagi Divisi Profesi dan Pengamanan Polri serta pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Sumatera Selatan.

 

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pimpinan kepolisian: apakah kasus ini akan diproses secara transparan, atau justru menguap seperti banyak kasus lain yang melibatkan oknum aparat.

 

Satu hal yang pasti, jika benar terjadi, penganiayaan terhadap kurir yang hanya menagih pembayaran paket adalah potret arogansi kekuasaan yang tidak boleh dibiarkan.

 

Di tengah upaya memperbaiki citra institusi, publik kini menagih satu hal sederhana: keadilan untuk kurir kecil yang menjadi korban kekerasan.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Penanganan Kasus Satu Bulan Disorot, Pelaku Kabur ke NTB, Polisi Diam
Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun
Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum
Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku
Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan
Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Kebumen dalam Sehari, 5,7 Hektare Terdampak
Lahan Perhutani di Sikayu Kebumen Terbakar, Luasnya 5 Hektare
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 01:21 WIB

Penanganan Kasus Satu Bulan Disorot, Pelaku Kabur ke NTB, Polisi Diam

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan

Berita Terbaru