Big News! Forum Pakar Bahas Keunggulan dan Relevansi Rencana Otonomi Sahara Maroko di Verona

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Verona, Italia – Rencana Otonomi yang diajukan oleh Kerajaan Maroko terus mendapatkan pengakuan internasional yang luas sebagai satu-satunya solusi pragmatis bagi penyelesaian sengketa wilayah Sahara Maroko. Kali ini, keunggulan dan relevansi inisiatif tersebut dibahas secara mendalam oleh panel pakar lintas negara asal Maroko dan Italia dalam sebuah pertemuan ilmiah dan geopolitik yang digelar baru-baru ini di Kota Verona, Italia Utara.

 

Pertemuan strategis yang mengusung tema “Otonomi dan Tata Kelola Pemerintahan Regional: Perspektif Silang Pengalaman Italia dan Perspektif Maroko” tersebut menyimpulkan bahwa inisiatif otonomi Maroko menawarkan kerangka kerja paling logis demi terciptanya perdamaian dan stabilitas. Terlebih, saat ini kawasan Sahel-Sahara tengah menghadapi multiposisi tantangan krusial, khususnya di sektor keamanan dan infiltrasi kelompok radikal.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Senator Italia dari wilayah Trentino-Alto Adige, Luigi Spagnolli, yang hadir sebagai pembicara utama, mengingatkan kembali bahwa Resolusi 2797 yang diadopsi secara historis oleh Dewan Keamanan PBB pada Oktober 2025 lalu telah mengukuhkan draf otonomi Maroko sebagai jalan tunggal penyelesaian masalah Sahara.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Kasus Perdagangan Orang, 16 Korban Diselamatkan

 

Spagnolli juga memuji landasan hukum internal Maroko dengan mengutip Preambul Konstitusi Kerajaan Maroko yang secara progresif mengakui pluralitas identitas nasionalnya. “Persatuan nasional Maroko ditempa oleh konvergensi komponen Arab-Islam, Amazigh, dan Sahara-Hassani, serta diperkaya oleh unsur-unsur Afrika, Andalusia, Ibrani, dan Mediterania. Ini adalah modal sosiologis yang sangat kuat,” ujar Senator Spagnolli.

 

Sementara itu, pakar ilmu politik dan hubungan internasional asal Italia, Marco Baratto, memberikan analisis komparatif yang menarik. Ia menilai bahwa draf Status Khusus Sisilia yang diadopsi Italia pada tahun 1946 memiliki kesamaan esensi dengan Rencana Otonomi Maroko untuk Sahara yang diajukan tahun 2007. Menurut Baratto, keduanya merupakan “dua model terbaik yang sukses mengawinkan antara persatuan nasional dan stabilitas regional”. Keberhasilan tata kelola ini menjadikan pembangunan di Provinsi Selatan Maroko sebagai pengungkit ekonomi regional yang masif.

 

Sementara itu, Profesor Hubungan Internasional dan pakar resolusi konflik, Yasmine El Hassnaoui, menegaskan bahwa rencana otonomi ini mampu merekonsiliasi antara persatuan dan keberagaman, kedaulatan negara dan pemerintahan mandiri (self-governance), serta kohesi nasional dengan pemberdayaan daerah. Secara historis, Sahara adalah bagian integral dari Kerjaaan Maroko sejak jaman dahulu kala. Komitmen pembangunan di wilayah tersebut kini mewujud nyata lewat investasi masif Kerajaan di bidang infrastruktur, energi terbarukan, logistik, dan transportasi di wilayah Sahara.

Baca Juga :  Proyek Preservasi Jalan Kalijeruk-Sarwadadi Capai Progres 50%, Warga Setempat Ikut Dilibatkan

 

Konsul Jenderal Maroko di Verona, Abdelilah Nejjari, dalam pidato pembukanya menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan visioner Yang Mulia King Mohammed VI, Resolusi 2797 kini telah bertransformasi menjadi rujukan utama hukum internasional yang menetapkan solusi politik realistis berbasis otonomi di bawah kedaulatan mutlak Maroko.

 

Dinamika positif di Verona ini menuai perhatian khusus dari Indonesia. Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, memberikan pandangan strategisnya mengenai hasil kajian para pakar Eropa dan Afrika tersebut. Menurutnya, diskusi ilmiah di Verona ini membuka mata dunia bahwa draf otonomi yang diajukan Maroko bukan sekadar proposal politik konvensional, melainkan sebuah cetak biru tata kelola wilayah yang sangat matang.

 

“Komparasi yang dibuat oleh pakar Italia antara Status Khusus Sisilia 1946 dengan Rencana Otonomi Sahara Maroko adalah bentuk edukasi geopolitik yang sangat cerdas dan objektif,” ungkap Wilson Lalengke di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.

Baca Juga :  Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Hadirkan Ruang Pelayanan ETLE Baru

 

Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini menambahkan bahwa pengakuan dari para senator, akademisi, dan praktisi hubungan internasional di Italia membuktikan bahwa klaim-klaim separatisme di Sahara sudah tidak lagi memiliki nilai tawar di mata hukum maupun studi akademis modern. Persisma, tambah Wilson Lalengke, melihat bahwa integrasi kedaulatan nasional yang dipadukan dengan otonomi lokal yang luas, sebagaimana yang terkandung dalam Resolusi 2797 PBB, adalah formula terbaik untuk menghentikan konflik artifisial.

 

“Ketika hak-hak kultural, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur di Sahara Maroko dijamin penuh di bawah payung konstitusi Kerajaan, maka argumen perlawanan kelompok luar menjadi gugur dengan sendirinya. Sudah saatnya komunitas internasional, termasuk Indonesia, memperkuat dukungannya terhadap skema otonomi ini demi terwujudnya keamanan kawasan yang berkelanjutan,” pungkas tokoh pers nasional tersebut.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Mantap! Maroko Resmi Geser Afrika Selatan sebagai Kekuatan Industri Utama di Benua Afrika
Diduga Ada Oknum Aparat “Bekingi” Hiburan Malam di Kebumen? PPWI Desak Penegakan Perda Miras Tanpa Tebang Pilih
Wilson Lalengke Mengecam Keras Intimidasi Brutal terhadap Wartawan KabarSBI.com
Majelis Riyadhoh Arrifaiyyah dan SABATIN Gelar Penyembelihan dan Penyaluran Hewan Kurban Iduladha 1447 H
Polsek Benda Gelar Razia Stasioner dan Patroli Mobile Antisipasi Guantibmas, Situasi Wilayah Aman Kondusif
Refleksi Kemanusiaan Idul Adha: King Mohammed VI Berikan Pengampunan Kerajaan bagi Suporter Sepak Bola Senegal
Meluruskan Logika Geopolitik dan Etika Kemanusiaan: Jawaban atas Paradoks Pembelaan Aktivisme Tanpa Prosedur
Panama Tegaskan Dukungan Atas Rencana Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko Sebagai Solusi Tunggal Masalah Sahara
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:00 WIB

Mantap! Maroko Resmi Geser Afrika Selatan sebagai Kekuatan Industri Utama di Benua Afrika

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:41 WIB

Diduga Ada Oknum Aparat “Bekingi” Hiburan Malam di Kebumen? PPWI Desak Penegakan Perda Miras Tanpa Tebang Pilih

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:36 WIB

Wilson Lalengke Mengecam Keras Intimidasi Brutal terhadap Wartawan KabarSBI.com

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:31 WIB

Majelis Riyadhoh Arrifaiyyah dan SABATIN Gelar Penyembelihan dan Penyaluran Hewan Kurban Iduladha 1447 H

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:33 WIB

Polsek Benda Gelar Razia Stasioner dan Patroli Mobile Antisipasi Guantibmas, Situasi Wilayah Aman Kondusif

Berita Terbaru

Daerah

Kapolres Ngawi Pimpin Sertijab dan Pengukuhan Kapolsek

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:50 WIB