Mantap! Maroko Resmi Geser Afrika Selatan sebagai Kekuatan Industri Utama di Benua Afrika

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Rabat – Sebuah pergeseran geopolitik-ekonomi masif tengah terjadi di benua Afrika. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh Bank Pembangunan Afrika (AfDB), Maroko kini resmi menggeser posisi Afrika Selatan sebagai ekonomi industri terkemuka di benua tersebut. Prestasi ini menandai perubahan besar dalam peta kekuatan ekonomi dan industrialisasi regional.

 

Dalam laporan bertajuk Africa Industrialisation Index 2025 yang diluncurkan pada Pertemuan Tahunan AfDB di Brazzaville, Maroko berhasil memuncaki daftar berkat kebijakan industri jangka panjang yang agresif. Bank Pembangunan Afrika memuji langkah Pemerintah Maroko yang secara konsisten melakukan peningkatan mutu industri, diversifikasi ekspor, serta memacu pertumbuhan sektor manufaktur secara masif.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Keberhasilan ini semakin memperkokoh posisi strategis Maroko yang dalam beberapa tahun terakhir berhasil mentransformasikan dirinya sebagai pusat manufaktur dan gerbang ekspor utama yang menghubungkan tiga kawasan strategis sekaligus: Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Sebaliknya, Afrika Selatan yang selama puluhan tahun menjadi simbol kekuatan industri benua tersebut, dilaporkan terus berjuang menghadapi penurunan daya saing dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Noda Hitam di Seragam Cokelat: Bisnis Gelap Vape Etomidate dan Industri Pemerasan di Jantung Kepolisian

 

Meskipun indeks tersebut menunjukkan adanya tren positif, di mana 41 dari 54 negara Afrika mengalami peningkatan skor industrialisasi secara keseluruhan sebesar 6% antara tahun 2010 dan 2024, laporan AfDB tetap memberikan catatan kritis mengenai ketimpangan antar-wilayah. Kawasan Afrika Utara dan Afrika Bagian Selatan tercatat masih mendominasi produksi industri dan kecanggihan ekspor. Sementara itu, banyak negara di Afrika Timur, Barat, dan Tengah dinilai masih tertinggal jauh dalam hal kapasitas manufaktur serta jaringan produksi regional.

 

Selain masalah ketimpangan, laporan tersebut juga menyoroti kelemahan ekonomi terbesar yang dihadapi benua hitam saat ini, yaitu lemahnya perdagangan antar-negara Afrika (intra-African trade). Data AfDB menunjukkan bahwa perdagangan sesama negara Afrika hanya berkontribusi sebesar 14,4% dari total keseluruhan perdagangan benua tersebut. Angka yang minim ini menunjukkan betapa terfragmentasinya rantai pasok dan masih lemahnya integrasi industri dan ekonomi di antara negara-negara Afrika.

 

Pejabat AfDB, Ousmane Fall, yang berbicara dalam peluncuran indeks tersebut, menggambarkan laporan ini sebagai sebuah “diagnosis sekaligus peta jalan” bagi masa depan industri Afrika. Fall menegaskan bahwa ambisi industrialisasi Afrika di masa depan akan sangat bergantung pada ketersediaan energi yang andal, infrastruktur yang lebih kuat, peningkatan keterampilan teknis, akses pendanaan, serta integrasi regional yang lebih mendalam di bawah kerangka Kawasan Perdagangan Bebas Benua Afrika (AfCFTA).

Baca Juga :  Konflik Pencarian BBL di Perairan Kebumen-Purworejo Jadi Sorotan, Nelayan Cilacap Harapkan Solusi Damai

 

*Ucapan Selamat dari Persisma untuk Maroko*

 

Kabar mengenai pencapaian gemilang Kerajaan Maroko ini turut memantik respons positif dari Indonesia. Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat yang setinggi-tingginya atas pencapaian luar biasa yang diraih oleh Maroko.

 

“Atas nama Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko, saya mengucapkan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Sri Baginda King Mohammed VI beserta seluruh rakyat Maroko atas pencapaian luar biasa ini. Keberhasilan Maroko merebut posisi sebagai kekuatan industri nomor satu di Afrika adalah buah nyata dari stabilitas politik, visi kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan, dan kerja keras yang konsisten,” ujar Wilson Lalengke di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.

Baca Juga :  Proyek Sarung Tangan Kebumen Memanas: Desakan Investigasi vs Alasan Teknis PT YAD

 

Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI) itu menambahkan bahwa lompatan besar Maroko ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Afrika, tetapi juga memberikan inspirasi besar bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. Maroko telah membuktikan kepada dunia bagaimana sebuah negara dapat memaksimalkan posisi geografisnya secara cerdas untuk menjadi jembatan penghubung ekonomi antar-benua melalui kebijakan hilirisasi industri yang tepat sasaran.

 

“Hubungan bilateral dan persaudaraan erat antara Indonesia dan Maroko yang telah terjalin lebih dari 70 tahun diharapkan dapat semakin diperkuat melalui kolaborasi strategis di sektor industri dan perdagangan, memanfaatkan momentum kebangkitan ekonomi Maroko saat ini,” tambah tokoh pers nasional tersebut.

 

Wilson Lalengke pada kesempatan ini juga mengharapkan agar Maroko dapat berbagai pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola perekonomian dengan masyarakat Indonesia agar dapat tumbuh bersama-sama dalam meningkatkan kesejahteraan warga. “Kita berharap, Maroko bisa berbagai pengetahuan, pengalaman, dan jika perlu transfer teknologi dengan masyarakat Indonesia agar dapat maju bersama dalam bidang ekonomi,” tutupnya.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Meski Viral dan Dikonfirmasi Kapolres: Galian Sawah Belakang Pom Bensin Sruweng Tetap Beroperasi
Dugaan Ucapan Kontroversial JPU Kejari Magetan di Sidang Praperadilan: “Ditulung Malah Mentung”
Antara Aturan dan Realita: Desakan Warga ke Kapolda Jateng Tanda Krisis Kepercayaan pada Polres Kebumen
Karaoke Kok Bisa Masuk Bui?” Viral di Medsos, Ternyata Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Kebumen. Gugatan Praperadilan Ditolak PN
Publik Cemas, Kasus Dugaan Persetubuhan Pelajar SMK Kebumen Tak Kunjung Ada Tersangka
Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Klirong Mandek, Publik Tunggu Klarifikasi Polres Kebumen
PPWI Ucapkan Selamat Atas Pengukuhan Prof. Dr. Geni Rina Sunaryo sebagai Profesor Riset Teknologi Nuklir
Noda Hitam di Seragam Cokelat: Bisnis Gelap Vape Etomidate dan Industri Pemerasan di Jantung Kepolisian
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Meski Viral dan Dikonfirmasi Kapolres: Galian Sawah Belakang Pom Bensin Sruweng Tetap Beroperasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Ucapan Kontroversial JPU Kejari Magetan di Sidang Praperadilan: “Ditulung Malah Mentung”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Antara Aturan dan Realita: Desakan Warga ke Kapolda Jateng Tanda Krisis Kepercayaan pada Polres Kebumen

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Karaoke Kok Bisa Masuk Bui?” Viral di Medsos, Ternyata Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Kebumen. Gugatan Praperadilan Ditolak PN

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Publik Cemas, Kasus Dugaan Persetubuhan Pelajar SMK Kebumen Tak Kunjung Ada Tersangka

Berita Terbaru